Klik disini

Kamis, 15 Desember 2016

Ini Soal Mandataris Kehidupan Pada Manusia



Kita semua adalah pemegang mandate kehidupan. Sewaktu dilahirkan, Tuhan hanya bersabda, “Inilah hidupmu”, setelah itu kita jelajahi sendiri. Sewaktu kita dilahirkan di muka bumi ini surat mandate itu diberikan kepada orang tua kita, setelah pada waktunya suratnyapun diberikan kepada kita dan kita diberikan hak untuk memilih untuk menjelajahi kehidupan itu dengan penuh tantangan atau diam saja sebagai penumpang.
Menjelajahi kehidupan berarti bertarung menghadapi tantangan dan perubahan seperti seorang pengendara yang tak bebas resiko. Terkadang ia tergores, berbenturan dengan kendaraan yang lain. Dan jika sewaktu-waktu kecelakaan menimpa, dialah yang diadili, bukan penumpangnya. Sebaliknya untuk menjadi penumpang anda boleh mengantuk, ertidur, terdiam, tak perlu tau arah jalan, bahkan tak perlu merawat kendaraan sama sekali.
Ada yang menggunakan surat mandate itu untuk tumbuh dan berkarya. Sedangkan yang lain menyimpan surat kuasa itu di dalam sakunya sebagai dokumen pribadi. Keduanya sama-sama mempunyai surat mandat, tetapi keberadaan berbeda. Dan tentu saja hidupnya berbeda. Kendati sebagian orang bilang inilah nasib, saya bilang ini adalah pergulatan hidup yang diawali ada atau tidaknya kesadaran mandataris itu sendiri.
Postingan saya ini adalah sedikit dari isi buku yang ditulis oleh Rhenal Kasali yang berjudul Self Driving. Jika anda ingin membaca bukunya silahkan anda cari di took buku terdekat di tempat ada. Untuk informasi lebih jelas tentang buku ini silahkan klik DISINI.
Terimakaih sudah membaca artikel ini

Salam Inspirasi Sederhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar